Pangkalpinang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti penilaian Tahap II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia melalui virtual meeting, Selasa (02/03).

PPD 2021 dilaksanakan untuk meningkatkan keterpaduan pelaksanaan pembangunan pusat dan daerah serta sebagai bentuk motivasi dan apresiasi kepada pemerintah daerah atas prestasinya dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan kepada tim penilai utama dan tim penilaian independen bahwa setidaknya ada tiga tantangan dalam pembangunan di Prov. Kep. Babel: pertama, Pandemi Covid-19; kedua, transformasi ekonomi ;dan ketiga, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah.

Dimasa Pandemi Covid-19. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap mampu mencapai target pembangunan, meskipun untuk laju pertumbuhan ekonomi tahun 2020 turun menjadi -2,30 persen.

"Di tahun 2020, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mampu mencapai target pembangunan, seperti inflasi sebesar 1,08 persen, pengangguran terbuka 5,25 persen, kemiskinan 4,89 persen, gini ratio 0,257, rata-rata lama sekolah 8,06, angka harapan hidup 70,64 dan IPM 71,47,". kata Fery Insani.

Guna mengakselerasi pembangunan daerah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencentuskan beberapa inovasi daerah, salah satunya program 1001 Digitalpreneur yang sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2021.

1001 Digitalpreneur dilakukan melalui pendekatan one-stop integrated, dimana beberapa stakeholder terkait, melakukan kolaborasi serta pelaksanaannya melibatkan seluruh perangkat daerah, mulai perencanaan sampai ke pelaksanaannya.

"Diharapkan dengan inovasi 1001 Digitalpreneur dapat menambah jumlah wirausaha muda dan pelaku usaha di sektor UMKM yang berkualitas dengan memanfaatkan teknologi digital," kata Fery Insani.


Assessment Phase II of Regional Development Awards (PPD) of 2021

Kepulauan Bangka Belitung Province participated in the Phase II assessment of the 2021 Regional Development Award (PPD) held by the Ministry of National Development Planning / Bappenas of the Republic of Indonesia through a virtual meeting, Tuesday (02/03).

PPD 2021 is implemented to increase the integration of the implementation of national and regional development as well as a form of motivation and appreciation to the regional governments for their achievements in planning and implementation of development.

Head of Bappeda of Kepulauan Bangka Belitung Province, Fery Insani told the main assessment team and the independent assessment team, that there are at least three challenges in development in Kepulauan Bangka Belitung Province: first is the Covid-19 Pandemic, second is the economic transformation, and third is the low quality of human resources.

During the Covid-19 Pandemic, Kepulauan Bangka Belitung Province is still able to achieve the development targets, even though the economic growth rate in 2020 fell to -2.30 percent.

"In 2020, Kepulauan Bangka Belitung Province was able to achieve development targets, such as inflation of 1.08 percent, open unemployment of 5.25 percent, poverty of 4.89 percent, Gini ratio of 0.257, average length of schooling of 8.06, the life expectancy of 70.64 and HDI 71.47, ". said Fery Insani.

To accelerate regional development, Kepulauan Bangka Belitung Province has initiated several regional innovations, one of which is the 1001 Digitalpreneur program which is in line with the themes of National Government Work Plan (RKP) and Regional Government Work Plan (RKPD) 2021 of Kepulauan Bangka Belitung Province.

The 1001 Digitalpreneur is carried out through a one-stop integrated approach, in which several related stakeholders collaborate and the implementation involves all regional apparatuses, from planning to implementation.

"Hopefully the 1001 Digitalpreneur innovation can increase the number of high quality young entrepreneurs and business actors in the MSME sector by utilizing digital technology," said Fery Insani.


Penerjemah: Adi MishaDi
Editor: Adi MishaDi (IND), R. Budiati (ENG)