
Pangkalpinang. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan konsultasi terhadap Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Belitung Timur Tahun 2021-2026, melalui virtual meeting, Kamis (29/04).
Kabid Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Bappeda Kep. Babel, Agung Dwi Chandra mengatakan, konsultasi Ranwal RPJMD merupakan tahapan penyusunan dokumen perencanaan yang diamanatkan oleh Permendagri No. 86 Tahun 2017.
"Penetapan RPJMD, sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Permendagri No. 86 Tahun 2017 paling lambat enam bulan setelah pelantikan kepala daerah," kata Agung Dwi Chandra pada saat konsultasi virtual tersebut.
Kepala Bappeda Belitung Timur, Bayu Priyambodo mengatakan RPJMD Kabupaten Belitung Timur Tahun 2021-2026 merupakan tahapan pembangunan periode keempat atau yang terakhir dari RPJPD Belitung Timur Tahun 2005-2025, sehingga menjadi penting karena akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan.
"Visi pembangunan Kabupaten Belitung Timur Tahun 2021-2026 berdasarkan visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yaitu Belitung Timur Bangkit dan Berdaya," kata Bayu Priyambodo dalam pertemuan tersebut.
Dijelaskan Bayu Priyambodo, 'Bangkit' merupakan suatu perubahan keadaan yang dapat berarti bangun, timbul/terbit atau mulai, sedangkan Berdaya' adalah suatu perubahan yang dapat berarti berkekuatan, berkemampuan, bertenaga, atau mempunyai akal.
"Belitung Timur Bangkit dan Berdaya adalah suatu perubahan situasi dan kondisi di Belitung Timur untuk terjadinya perubahan keadaan dari kondisi stagnan ke kondisi dinamis, terbangun dari kondisi lemah menjadi kuat, dari kondisi tidak memiliki semangat menjadi bersemangat dengan kemampuan melakukan atau mampu bertindak dengan menggunakan segala kekuatan, tenaga, akal, ikhtiar dan upaya," jelas Bayu.
Guna mencapai visi pembangunan, menurut Bayu, terdapat tiga misi pembangunan Kabupaten Belitung Timur, pertama membenahi manajemen penyelenggaraan ketatapemerintahan Kabupaten Belitung Timur agar berjalan sesuai dengan asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
"Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menciptakan wirausahawan daerah yang mandiri dan untuk perluasan kesempatan kerja; dan ketiga, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Belitung Timur melalui sinergitas kebijakan penanggulangan dan pengentasan kemiskinan,'' kata Bayu Priyambodo.
Babel Provincial Government Discusses 2021 -2026 Initial RPJMD Draft of East Belitung Regency
Pangkalpinang, the Provincial Government of Kepulauan Bangka Belitung held a consultation meeting on the Initial Draft of Medium-Term Regional Development Plan (RPJMD) of the East Belitung Regency 2021-2026, through a virtual meeting, Thursday (29/04).
The Head Division of Regional Development Planning, Evaluation, and Information of Bappeda of Bangka Belitung, Agung Dwi Chandra said that the consultation on the initial RPJMD draft was one of the stages to prepare the planning document as mandated by the MoHA Regulation No. 86 of 2017.
"The RPJMD, as mandated in the MOHA Regulation No. 86 of 2017, should be determined no later than six months after the inauguration of the head of the region," said Agung Dwi Chandra during the virtual consultation.
The head of the Bappeda of the East Belitung Regency, Bayu Priyambodo, said that the RPJMD of the East Belitung Regency for 2021-2026 is the fourth or the final term of the development phases based on the Long-Term Regional Development Plan (RPJPD) 2005-2025 of the East Belitung Regency. Therefore, this document plan is important as it will affect the achievement of development targets.
"The vision for the development of the East Belitung Regency in 2021-2026 is based on the vision of the elected Regent and the Deputy Regent, which is 'East Belitung Rises and Empowers'," said Bayu Priyambodo in the meeting.
As explained by Bayu Priyambodo, 'Rise' is a change in circumstances which can mean waking up, arising/rising, or starting, while 'Empower' is a change that can mean having strength, ability, power, or intelligence.
"East Belitung Rises and Empowers is the situation and condition changing in East Belitung to develop the stagnant circumstances to dynamic conditions, awakening from being weak to get strong, from being lethargic to having enthusiasm, with the ability to perform or being able to act with all strengths, energy, intelligence, effort, and work," explained Bayu.
To achieve the development vision, according to Bayu, East Belitung Regency has three development missions: first to improve the administrative management of East Belitung Regency so that it runs in accordance with the general principles of good governance.
"Second, community economic empowerment to create independent local entrepreneurs and to expand job opportunities; and third, fulfilling the basic needs of the people of East Belitung Regency through the synergy of poverty reduction and alleviation policies," said Bayu Priyambodo.