Navigasi

IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel

Penelitian dan Pengembangan

Penulis

Rusni Budiati dan Nurul Ichsan

Tanggal Terbit

28 Juli 2026

Kategori

Berita

IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel - 1
IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel - 2
IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel - 3
IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel - 4
IPB dan Pemprov Babel Luncurkan Atlas Potensi Aren Babel - 5
1 / 5

Aren bukanlah tanaman baru bagi masyarakat Indonesia, demikian pula bagi masyarakat yang tinggal di kampung-kampung di Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Aren, yang merupakan tanaman multiguna, banyak tumbuh secara alami di Babel dan telah lama menjadi tanaman pengisi kelekak yang dimanfaatkan untuk penghidupan masyarakat. Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan kabong. Tanaman ini, selain potensial sebagai sumber penghidupan masyarakat, juga menjadi benteng konservasi sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem.

Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat bahwa pada tahun 2021 terdapat  877 orang petani aren dengan total produksi aren di Bangka Belitung sebanyak 1.487,84 ton (BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2022). Penelusuran tim Bidang Litbang Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengungkapkan fakta bahwa dengan menyadap 3 pohon aren per hari, petani penyadap aren memperoleh penghasilan minimal Rp150.000 per hari, setara dengan Rp4.500.000 per bulan. Angka ini menunjukkan bahwa penghasilan petani penyadap aren berada di atas garis kemiskinan Bangka Belitung per kepala keluarga yang berada pada kisaran Rp3.600.000 per bulan.

Karena tanaman ini sangat potensial dari sisi ekonomi maupun ekologi, IPB University dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi menurunkan para peneliti untuk meneliti potensi aren di Babel bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, serta pegiat kelekak dan sejarawan di Babel. Penelitian yang didanai melalui skema Matching Fund Kedaireka ini berlangsung pada bulan Juli–Desember 2023. Hasil penelitian potensi aren ini kemudian dituangkan ke dalam buku berjudul ‘Atlas Potensi Aren Provinsi Kepulauan Bangka Belitung: Revitalisasi Kelekak Kabung sebagai Sumber Kehidupan’.

“Kami di Bappeda menyadari bahwa kekayaan alam kita, terutama yang ada di dalam kelekak, harus kita kelola dengan bijak untuk masa depan”, Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi, menyampaikan pengantarnya atas terbitnya buku ini. Ia juga menekankan bahwa pembangunan Kepulauan Bangka Belitung yang berkelanjutan harus dilandasi oleh ilmu pengetahuan dan perencanaan yang matang.

Selain berupaya mengangkat kembali potensi kabong yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi tinggi, buku ini disusun dengan tujuan memberikan data dan informasi terkini terkait pemanfaatan aren yang dilakukan oleh masyarakat berdasarkan kajian etnobotani dan potensi tegakan aren di Pulau Bangka; menganalisis kesesuaian habitat aren di Pulau Bangka yang berguna untuk acuan perluasan kebun aren; memberikan stimulus alami, stimulus manfaat, dan stimulus rela untuk aksi konservasi dan pengembangan aren bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat; serta memberikan saran dan masukan kepada pemerintah daerah dalam upaya pengembangan potensi aren di Kepulauan Bangka Belitung. Buku ini dapat diperoleh melalui  https://www.ipbpress.com/, dan dapat dibaca di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung. 

Sumber

Rida-Bappeda Babel

Fotografer

IPB (Book Cover), Rusni B

Editor

Rusni Budiati